Meski Nikmat, Waspadai 7 Efek Samping Minum Kopi Berlebihan
Minggu, 6 Januari 2019 09:40 WIB
Share
foto : istimewa

Meski Nikmat, Waspadai 7 Efek Samping Minum Kopi Berlebihan 

KOMPAS.com - Karena enak dan sudah menjadi kebiasaan, banyak orang tidak lepas dari kopi. Walau beberapa riset menyebutkan kopi menyehatkan tubuh, namun bila berlebihan efeknya akan menjadi buruk. Kebanyakan penikmat kopi memang tidak merasakan akibat negatif secara langsung. Apalagi toleransi kafein bagi setiap orang berbeda-beda. Meski begitu, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa kita sudah berlebihan minum kopi. Berikut tujuh efek terlalu banyak kafein bagi tubuh.

  1. Merasa cemas

Cemas, depresi(KatarzynaBialasiewicz) Saat bekerja atau sedang memikirkan sesuatu, kita biasanya tergoda untuk menikmati secangkir kopi agar lebih bersemangat. Sayangnya, National Institute of Mental Health justru menyarankan kita agar menghindari kafein. Pasalnya terlalu banyak minum kopi justru menambah rasa cemas. Menurut laman Everyday Healt, kecemasan itu muncul karena efek kafein dalam kopi yang membuat kita susah tidur atau memacu respon flight or fight.

  1. Sakit perut

Masuk angin, sakit perut, kembung(triocean) Saat perut terasa sakit kita sering menduga penyebabnya karena salah mengonsumsi bahan makanan atau sedang mengalami PMS. Nyatanya, minum kopi juga bisa menyebabkan perut terasa sakit. Para ahli sepakat senyawa tertentu dalam kopi dapat merangsang sekresi asam labung di sel-sel perut. Memang banyak obat di pasaran yang bisa membantu meredakan asam lambung. Tapi, bagaimanapun juga jalan terbaik untuk mengatasinya adalah dengan mengurangi konsumsi kopi.

  1. Jantung berdebar

Serangan jantung(eggeeggjiew) Pasti tak nyaman rasanya saat jantung berdebar terlalu kencang. Nah, mengonsumsi minuman berkafein, nikotin serta minuman beralkohol bisa menjadi pemicunya. Dalam beberapa kasus, jantung yang berdetak kencang dapat menyebabkan pusing dan bahkan pingsan. Satu-satunya solusi untuk menghentikan jantung berdebar dengan konstan ini adalah menghindari minuman berkafein.

  1. Diare

Pria di toilet(vadimguzhva) Kopi juga berperan sebagai pencahar. Jadi, mengonsumsi lebih dari dua atau tiga gelas cangkir kopi sehari akan membuat kita terserang diare. Saat kita mengalami diare, International Foundation for Functional Gastrointestinal Disorders menyarankan kita untuk mulai mengurangi konsumsi kafein.

  1. Sulit tidur

Sulit tidur(amenic181) Minum kopi berlebihan juga membuat kita menderita insomnia. Meski kita tak mempercayainya, bagaimanapun juga kopi akan berefek pada siklus tidur kita. Menurut Mayo Clinic, kopi dapat bertahan di sistem pencernaan selama 14 jam. Ini dapat meningkatkan kewaspadaan dan membuat kita sulit tidur. Untuk mendapatkan tidur malam yang berkualitas, setidaknya kita mengonsumsi kopi sebelum tengah hari.

  1. Merasa gelisah

Cemas dan takut(KatarzynaBialasiewicz) Kopi membuat kita merasa lebih waspada, yang jika terjadi berlebihan tentu akan berdampak buruk. TIngkat waspada yang berlebihan membuat kita merasa gelisah atau gugup. Untuk mengatasi hal ini, batasi jumlah konsumsi kopi hanya empat cangkir sehari.

  1. Sakit kepala

Sakit kepala(kieferpix) Menurut Cleveland Clinic, kafein dalam jumlah sedang membantu meredakan sakit kepala dengan membantu obat pereda nyeri bekerja lebih baik. Inilah mengapa kafein juga dijual bebas sebagai tambahan dalam obat sakit kepala. Batas aman konsumsi kafein adalah 500 miligram setiap hari yang setara dengan lima cangkir. Jika kita mengonsumsi kopi terlalu banyak dalam jangka waktu lama, kita bisa mengalami gejala penarikan kafein. Peneliti Johns Hopkins mengatakan, gejala penarikan kafein ini bisa berupa sakit kepala dan kelelahan. Untuk mengatasinya, kurangilah konsumsi kafein secara perlahan dan perhatikan asupan makan kita. Bisa jadi, minuman dan makanan selain kopi juga mengandung kafein.

sumber : kompas.com

Reporter: Xrimhsak
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler