Viral Obat Bius Dijual Bebas di Medsos, Dokter Ingatkan Risiko Kematian
Jumat, 15 Maret 2019 09:49 WIB
Share
Foto: Istock

Viral Obat Bius Dijual Bebas di Medsos, Dokter Ingatkan Risiko Kematian

 

 

Jakarta - Umumnya, obat-obatan jenis tertentu tidak boleh diperdagangkan secara bebas, apalagi yang dikategorikan obat keras. Sayangnya, beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab bahkan menjual obat tersebut secara ilegal di akun sosial media miliknya.

Belum lama ini, seorang dokter mengungkap keprihatinannya melihat peredaran obat bius dosis tinggi yang dijual bebas. Cuitannya tersebut telah dibagikan lebih dari 1.400 kali oleh pengguna lainnya.

"Sering nemuin obat bius yang bisa bikin reflek nafas berenti dijual bebas di IG. Tenaga medis yang ga berkompetensi aja bisa bikin pasiennya meninggal (contoh: M. Jackson), apalagi orang awam. Baca2 tab komennya aku bersyukur orang yang make ini masih idup bisa bikin testimoni," tulisnya dalam akun @aan___

Dokter yang bernama asli Aan Kusumandaru juga menyertakan caption dari obat tersebut. Penjual menuliskan penggunaan dari obat ini seperti bisa membuat orang pingsan dalam waktu yang cukup lama setelah meminumnya.

Cuitan yang ia unggah pun mendapat banyak respon dan komentar terkait dengan penggunaan obat bius tersebut.

"Gila propofol mah bisa bikin orang lupa napas," tulis akun @BanyuSadewa.

Dikutip dari Everyday Health, propofol merupakan obat yang digunakan oleh dokter anastesi untuk membuat pasien tidak sadarkan diri sebelum melakukan operasi. 

Jika diberikan tanpa panduan atau resep dokter, penggunaan obat ini bisa sebabkan masalah pada pernapasan, alergi, detak jantung melemah, bahkan meninggal secara mendadak karena kerusakan organ.

Salah satu efek penyalahgunaan obat ini adalah sistem saraf yang tertekan terlalu dalam. Dampaknya antara lain bisa mengalami henti napas atau apnea.

"Pasien bisa tidak bernapas dan jika efek henti napas tidak segera diatasi maka pasien akan kekurangan oksigen dan akhirnya akan membut efek merusakan organ lainnya termasuk ke sistem cardiovascular dan pasien bisa meninggal," jelas dr Reno Yonora, SpAn, dokter anestesi dari RS Siloam Bekasi.

 

Sumber: detikom

 

 

Reporter: Xrimhsak
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler