Wakil Mentri BUMN Angkat Bicara Terkait BUMN Kuasai Proyek

Kamis, 21 Januari 2021 19:26 WIB

Share
Pahala N Mansury angkat bicara soal BUMN Kuasai Proyek. Sumber Foto: KOMPAS.com/ MOH NADLIR
Teras Bekasi, Jakarta -  Pihak Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMNPahala Mansury angkat bicara terkait pandangan yang menyatakan seluruh proyek pemerintah dikerjakan oleh perusahaan pelat merah. Menurutnya, pendapat itu salah.

Diakuinya, Pahala menuturkan Kementerian BUMN kini justru tengah berupaya menggandeng banyak pengusaha swasta untuk menjalin kemitraan dengan perusahaan pelat merah dalam menjalankan proyek pemerintah. Ia berharap kerja sama BUMN dan swasta semakin banyak ke depannya.

"Mungkin sebelumnya ada persepsi di sektor swasta bahwa kok semuanya mau dilakukan oleh BUMN. Ini yang mungkin sebetulnya persepsi seperti ini kami harapkan pelan-pelan bisa kami coba bantu untuk jembatani," ungkap Pahala dalam 11th Kompas100 CEO Forum "Let's Collaborate; Rising in Pandemic Era", Kamis (21/1/2021).

Kendati demikian, dirinya menyebutkan telah banyak swasta yang bermitra dengan BUMN. Salah satunya dalam proyek pembangunan pembangkit listrik dengan PT PLN (Persero).

"Banyak sekali di kami, selama ini misalnya di PLN untuk Independent Power Producer (IPP) sudah banyak sekali misalnya kemitraan yang dibangun dengan sektor swasta," jelas Pahala.

Oleh karena itu, orang nomor dua di Kementrian BUMN itu berharap ada kerja sama antara swasta dengan BUMN di sektor pangan dan farmasi. Ia mengklaim pihaknya selalu membuka komunikasi dengan swasta.

"Harapan kami sebetulnya selalu membuka komunikasi antara swasta dengan BUMN untuk bisa berkolaborasi dengan tata kelola yang baik," tukasnya.

Mulanya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap kali memperingatkan supaya BUMN tak mengambil semua proyek pembangunan infrastruktur. Jokowi meminta BUMN menyebarkan pembangunan proyek kepada perusahaan swasta, termasuk kontraktor lokal. Peringatan diberikan sebab pemerintah sering mendapat keluhan dari kontraktor lokal, baik di provinsi, kabupaten maupun kota; pembangunan infrastruktur diambil semuanya oleh BUMN. Ia tak ingin dominasi BUMN dalam pembangunan infrastruktur terus berlanjut hingga lima tahun ke depan.

"Saya sudah perintahkan ini, tidak sekali, dua kali. Jangan ambil semuanya! Berikan ruang bagi swasta dan pengusaha lokal, Saya harapkan lima tahun ke depan peran swasta, peran kontraktor lokal betul-betul bisa diberikan ruang yang sebesar besarnya," tegas Jokowi pada 2019 silam. (fka)

 

 

Halaman
1 2
Reporter: Terasbekasi1
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler