Insiden Pecah Ban, Tak Perlu Bingung Saat Mengalaminya
Senin, 8 Februari 2021 11:37 WIB
Share
Ilustrasi Pecah Ban. Sumber Foto: Tribunnews
Teras Bekasi, Jakarta – Insiden sejumlah 20 kendaraan mengalami kondisi  pecah ban secara massal saat melintas di Jalan Tol Jakarta Cikampek pada Km 39, Minggu (7/2/2021) malam  ramai dibicarakan warganet. Tak perlu bingung saat mengalami insiden pecah ban, karena kita bisa mengatasinya dengan tetap mengutamakan keselamatan.


Kejadian pecah ban di jalan tol menjadi hal yang mengerikan, apalagi jika kendaraan sedang berkecepatan tinggi. Imbasnya dapat lebih fatal ketika kendaraan berkecepatan tinggi tiba-tiba menghantam jalanan rusak dan mengalami pecah ban.

Pada kondisi itu kendaraan potensi sulit dikendalikan serta bergerak ke kiri dan kanan tanpa mampu dikendalikan.

Sebagaimana dilansir dari CNN Indonesia, pada kondisi itu, Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana memaparkan jika pengemudi mobil yang mengalami insiden seperti itu bisa melakukan beberapa tindakan untuk menghindari hal-hal yang tak dikehendaki.

Apabila tiba-tiba pecah ban setelah menghantam jalanan rusak kemudian membuat pengendalian terganggu, menurutnya pengemudi sejatinya tak merespons dengan menginjak satu pedal kopling, rem, atau gas.

Menurut Sony bilamana ban mendadak kehilangan tekanan udara akan ada efek yang menyebabkan kemudi tak stabil. Oleh karena itu, pengemudi disarankan tetap tenang, memegang kemudi dengan kuat dengan berusaha menjaga tetap berada di jalurnya. Pada kondisi itu pengemudi diharap untuk melihat sekitar mobil dan menepi ke bahu jalan.

"Ikuti saja mobilnya melaju sampai melambat sendiri sambil perhatikan sekeliling untuk menjaga jarak kemudian menepi di tempat aman. Jangan pernah injak pedal apalagi ngerem mendadak kemudian pedalnya dilepas, itu efeknya mobil bisa terbalik," terang Sony.

Ditambahnya, Sony menjelaskan jika pengemudi juga disarankan selalu memperhatikan batas kecepatan kendaraan. Efek pecah ban di jalan tol dapat semakin sulit dikendalikan apabila kendaraan sedang dalam kecepatan tinggi.

"Karena apa? Saat bermasalah pada roda seperti ban pecah atau apa, mobil masih mudah dikendalikan. Mobil mudah dikendalikan saat mengalami masalah pada ban saat kecepatan maksimal 55 km per jam. Itu dari pengalaman saya," imbuhnya.

Di samping itu, Sony memberi saran supaya pengemudi selalu membiasakan diri mengecek kondisi tekanan udara pada ban sebagai langkah antisipatif. Diakui Sony jangan membiarkan mobil melaju dengan ban kempis atau kurang angin.

Halaman
1 2
Reporter: Terasbekasi1
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler