Bersaing Sengit dengan Handphone Lain, Vivo Masih Unggul di Pangsa Pasar Indonesia
Kamis, 11 Februari 2021 16:12 WIB
Share
Ilustrasi Handphone Vivo. Sumber Foto: Vivo Indonesia
Teras Bekasi, Jakarta – Merek Handphone Vivo memang selalu bersaing sengit dengan merk handphone lain, salah satunya yakni Oppo di pasaran Indonesia. Namun menurut laporan dari pengiriman smartphone global Canalys pada kuartal empat 2020, Vivo masih unggul di pangsa pasar Indonesia 25 persen dibanding Oppo yang menduduki posisi kedua setelahnya.

 

Diketahui, pada periode itu, merek ini tak mengalami pertumbuhan maupun penurunan dari hal pengiriman ponsel cerdas. Akan tetapi, di barisan kedua, setelah Vivo barulah diduduki Oppo dengan pangsa pasar berbeda tipis yakni 24 persen. Namun, rupanya Oppo tercatat mengalami penurunan sembilan persen dari sebelumnya.

 

Sebagaimana dikutip dari Canalys, lewat datanya juga memaparkan jika persaingan Vivo dan Oppo juga masih berlanjut di kawasan Asia Tenggara pada periode yang sama. Pada Asia Tenggara seperti Indonesia, Kamboja, Thailand, Malaysia, Myanmar, Filipina, Laos, Malaysia, Singapur, dan Vietnam, Vivo dan Oppo mempunyai nilai pangsa pasar yang sama yakni masing-masing 21 persen.

Namun, di bawah mereka ada Samsung dengan 15 persen, Realme 13 persen, dan Xiaomi 12 persen.

Di sisi lain pada tahun 2020  lalu Vivo sukses meraih posisi tertinggi atas penjualan ponsel di Indonesia pada kuartal pertama 2020. Ponsel cerdas asal China itu sukses mendepak ponsel asal Korea Samsung.

Dari data IDC pada Senin (18/5/2020),  yang dilansir dari CNN Indonesia , disebut jika Vivo mencatatkan pangsa pasar 27 persen. Nampaknya angka tersebut naik dari 23 persen pangsa pasar Vivo pada kuartal 4 2019 lalu.

Lebih lanjut, Public Relation Vivo Indonesia, Tyas Rarasmurti mengungkapkan jika kesuksesan Vivo tak lepas dari memanfaatkan strategi penjualan melalui online di tengah pandemi covid-19, pada saat toko fisik banyak tutup karena  tak menghasilkan penjualan.

"Pastinya yang dibutuhkan masyarakat adalah sebuah produk kemudian inovasi. Mungkin dengan pandemi ini, kita juga melakukan adaptasi-adaptasi dan penjualan-penjualan yang dimasukkan ke dalam program misalnya layanan antar ke rumah, kemudian ada juga dibantu toko-toko online, dan official store smartphone kita," jelas Tyas saat acara "Ngabuburit Bareng Vivo" secara virtual, Rabu (20/5/2020) lalu. (fka)

 

Halaman
1 2
Reporter: Terasbekasi1
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler