Hyundai Pastikan Mobil Listrik Menhub dan Gubernur Jabar Tak Terjaring Recall
Sabtu, 27 Februari 2021 15:36 WIB
Share
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menggunakan mobil listrik sebagai mobil dinas. Sumber Foto: Dok Kemenhub
Teras Bekasi, Jakarta - Pihak Hyundai Motors Indonesia (HMID) memastikan bahwa mobil listrik yang dijual di Indonesia, termasuk Ioniq Electric yang digunakan menjadi mobil dinas Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, tak terjaring rencana recall  prinsipal mengenai potensi masalah baterai penyebab kebakaran.


Diketahui Hyundai sudah mengabarkan bila ingin melakukan recall pada lebih dari 82 ribu kendaraan listrik yang yakni Ioniq Electric, Kona Electric, dan bus Elec City. Seluruh unit yang terjaring diproduksi November 2017 sampai Maret 2020 lalu.

Lebih lanjut, HMID sudah merilis Ioniq Electric dan Kona Electric pada November 2020 lalu, sampai kini mobil listrik ini diketahui telah digunakan berbagai instansi pemerintahan. Tak hanya sebagai mobil dinas Budi dan Ridwan, Kona Electric juga digunakan menjadi mobil patroli kepolisian di Jawa Barat. "Ya tidak ada masalah," ungkap Makmur, Managing Director HMID, menerangkan status recall Ioniq Electric dan Kona Electric di Indonesia, Jumat (26/2/2021).

Pihaknya pun menyebut perusahaan sudah berkoordinasi dengan tim global Hyundai guna meyakinkan mobil listrik yang dijual di Indonesia tak terlibat recall. "Kami sudah berkoordinasi dengan tim global Hyundai, dan kami ingin menginformasikan bahwa unit yang tersedia di Indonesia termasuk yang sudah diterima oleh konsumen aman dan tidak termasuk yang harus di-recall," terang Makmur.

Sebagai informasi, Recall global Hyundai disebabkan oleh masalah baterai terkait penggantian seluruh baterai di mobil-mobil yang terjaring. Recall ini dilakukan setelah perusahaan sedikitnya mendapati 15 laporan kebakaran. Hingga kini, Hyundai masih melakukan penyelidikan atas penyebab pasti kebakaran, termasuk meneliti sel baterai buatan LG yang disebut berpotensi rusak sampai mengalami korsleting tersebut. (fka)

 



Reporter: Terasbekasi1
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler