Cita Citata Resmi Dipanggil KPK Sebagai Saksi Terkait Kasus Suap Pengadaan Bansos Covid-19
Jumat, 26 Maret 2021 21:49 WIB
Share
Cita Citata Resmi Dipanggil KPK Sebagai Saksi Terkait Kasus Suap Pengadaan Bansos Covid-19 (Foto : poskota.co.id)
Teras Bekasi - Penyanyi dangdut Cita Rahayu atau biasa dikenal dengan Cita Citata resmi dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap terkait pengadaan bantuan sosial (bansos) untuk wilayah Jabodetabek Tahun 2020.


Hal tersebut disampaikan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (26/3). "Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka MJS," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Jumat,(26/3/2021). Sebagaimana dikutip poskota.co.id

Sebelumnya diberitakan, Cita Citata diketahui sempat mengisi acara Kemensos di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan diduga menerima bayaran manggung dari hasil korupsi Bansos Covid-19 tersebut. 

Sementara itu, selain Cita Citata, KPK juga turut memanggil 3 orang lainnya terkait perkara yang sama yakni pihak swasta dari PT Nata Dirga bernama Wempi, dan dua wiraswasta Vijaya Fitriyasa dan Rachmad Sulomo.


Seperti diketahui, dalam sidang 8 Maret 2021 di Pengadilan Tipikor Jakarta, Matheus mengatakan "fee" sebesar Rp14,7 miliar yang didapat dari berbagai perusahaan vendor bansos Covid-19 digunakan untuk operasional bansos termasuk untuk kebutuhan mantan Mensos Juliari Batubara.

Uang tersebut antara lain diberikan kepada para pejabat di Kemensos dan tim pengadaan bansos, pembayaran pengacara, pembayaran hotel, tes swab seragam baju tenaga pelopor, pembayaran penyewaan pesawat, pembayaran artis Cita Citata, dan sebagainya.

Matheus saat itu bersaksi untuk terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja.

Selain Matheus, KPK saat ini masih melakukan penyidikan untuk dua tersangka penerima suap lainnya, yaitu mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara (JPB) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kementerian Sosial lainnya Adi Wahyono (AW). Sementara pemberi suap adalah Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja.

Harry Van Sidabukke yang berprofesi sebagai konsultan hukum didakwa menyuap Juliari, Adi, dan Matheus sebesar Rp1,28 miliar karena membantu penunjukan PT Pertani (Persero) dan PT Mandala Hamonangan Sude (MHS) sebagai penyedia bansos sembako COVID-19 sebanyak 1.519.256 paket.

Sedangkan Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama Ardian Iskandar Maddanatja didakwa menyuap Juliari, Adi, dan Matheus senilai Rp1,95 miliar karena menunjuk Ardian melalui PT Tigapilar Agro Utama sebagai penyedia bansos sembako tahap 9, 10, tahap komunitas dan tahap 12 sebanyak 115.000 paket. (tc2)

Reporter: Terasbekasi2
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler