Jozeph Paul Zhang Si Pengaku Nabi ke-26 Jadi Tersangka Penodaan Agama, Dijerat Dua Pasal
Selasa, 20 April 2021 10:26 WIB
Share
Jozeph Paul Zhang ditetapkan sebagai tersangka penodaan agama oleh polisi. Sumber Foto: Youtube
Teras Bekasi - Petugas penyidik dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengkukuhkan Jozeph Paul Zhang, sang pria yang mengklaim dirinya seorang nabi ke-26 sebagai tersangka atas kasus dugaan penistaan agama pada Senin (19/4/2021) kemarin.

 

"Iya benar, ketika dimasukkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang) yang bersangkutan sudah sebagai tersangka," ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigadir Jenderal Rusdi Hartono, Selasa (20/4/2021) sebagaimana dilansir dari CNN Indonesia.

Pihaknya menyampaikan bahwa Jozeph dikenakan dengan menggunakan dua pasal mengenai konten yang dibuatnya di media sosial.

Pertama, ia dijerat menggunakan pasal penyebaran informasi bermuatan rasa kebencian berdasarkan SARA sebagaimana termaktub dalam Pasal 28 ayat (2) Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Lalu, polisi juga menjerat dengan pasal penodaan agama yang terdapat dalam Pasal 156a KUHP.

Adapun bunyi Pasal 156a ialah, "Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan: a. yang pada pokoknya bcrsifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia; b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa."

Kendati demikian, Rusdi belum bisa menerangkan  lebih lanjut dan mengkonfirmasi mengenai status kewarganegaraan Jozeph. Pada pengakuannya, Jozeph mengaku bahwa tak lagi berstatus warga negara Indonesia (WNI).

Mengacu dari data, Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham, pria bernama asli Shindy Paul Soerjomoeljono itu tercatat telah keluar Indonesia pada 2018 menuju Hongkong.

Diketahui, Polri sendiri hingga kini sudah meminta penjelasan dari para ahli terkait kasus Jozeph. Saksi yang dimaksud mulai dari ahli bahasa, ahli sosiologi hukum, sampai ahli pidana.

Jozeph sendiri diduga sudah tinggal di Jerman pada beberapa waktu terakhir. Alhasil, kepolisian menyatakan bakal memulai kerja sama dengan Interpol guna menindaklanjuti perkara tersebut. (fka)

Halaman
1 2
Reporter: Terasbekasi1
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler