Cerita di Balik Patung Lele Si Landmark Bekasi yang Tinggal Kenangan

Senin, 26 April 2021 17:24 WIB

Share
Cerita di Balik Patung Lele Si Landmark Bekasi yang Tinggal Kenangan

Aksi protes rupanya tak diindahkan oleh Djamhari. Protestan itu pun kemudian mengajukan protes mereka ke wali kota Bekasi, yang saat itu dijabat oleh Nonon Sonthani. Turunlah Surat Keputusan (SK) untuk membongkar patung Lele itu. Walaupun SK sudah turun, tetapu patung yang membuat sebagian masyarakat Bekasi gundah ini belum juga dibongkar.

 

Akibat belum dibongkarnya patung ini lantas memunculkan ide dari salah seorang pengurus BKBM, Damin Sada, yang ketika itu menjabat sebagai Kepala Desa Srijaya, Kecamatan Tambun, untuk segera membakarnya. 

 

Alih-alih ditolak, Patung Lele itu dibakar olehnya bersama dengan warga Bekasi yang juga tak setuju.

Bagaimana bisa mereka begitu tak menyukainya? Rupanya mereka menilai bahwa ikan lele merupakan binatang yang rakus, sebab doyan memakan segala-galanya. 

 

Alhasil bila dipakai sebagai landmark di Kota Bekasi, itu sama juga dengan mengisyaratkan secara tak langsung bahwa masyarakat Bekasi merupakan masyarakat yang rakus juga. 

Sama halnya dengan dengan kecapi. Buah kecapi ini banyak tumbuh di tanah Bekasi, dan harganya terbilang murah. Jadi mereka menganggap bahwa lele dan kecapi sangatlah merendahkan masyarakat Bekasi sendiri.


Halaman
Reporter: Terasbekasi1
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar