Sejuknya Toleransi di Kampung Sawah, Jadi Contoh Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
Selasa, 27 April 2021 15:44 WIB
Share
Ilustrasi Segitiga Emas yang merupakan tiga rumah ibadah di Kampung Sawah. Sumber Foto: Islamindonesia.id
Teras Bekasi - Bila diamati dengan sepintas,  tak ada yang berbeda dari Kampung Sawah dengan kampung pada umumnya. Layaknya kampung-kampung seperti biasanya, suasana di Kampung Sawah masih asri dengan pepohonan kendati sudah banyak pendatang dan pengembang yang membangun rumah di kampung tersebut. Salah satu yang mencolok indra pengelihatan dari kampung yang berada di Kota Bekasi, Jawa Barat ini ialah kisah toleransinya yang diwariskan secara turun-temurun.

Warga Kampung Sawah menerapkan sikap toleransi mulai dari kegiatan sehari-hari hingga pada saat perayaan hari raya umat islam maupun nasrani. Hal tersebut disebabkan Kampung Sawah mempunyai segitiga emas. Segitiga emas yang dimaksud merupakan tiga rumah ibadah yang jaraknya berdekatan, yaitu Masjid Agung Al-Jauhar Yasfi, Gereja Kristen Pasundan, serta Gereja St. Servatius.

Sebagaimana dilansir dari laman Kompas.com, contoh sikap toleransi sehari-hari warga Kampung Sawah ialah adanya suara adzan dari Masjid Agung Al-Jauhar Yasfi yang tak terlalu besar saat ada ibadah di kedua gereja yang berada 50-150 meter dari masjid.

Tali persaudaraan antar umat beragama yang kental juga terasa pada hari raya, baik hari raya Islam atau Nasrani. Setiap natal dan lebaran, baik Masjid Agung Al-Jauhar Yasfi maupun Gereja St. Servatius pasti memberikan lahan parkir mereka guna jemaat yang hadir pada hari raya di salah satu rumah ibadah membludak.

 

“Sikap seperti ini (bertoleransi antar umat beragama) sudah menjadi keseharian kami. Jadi sebetulnya bukan sesuatu yang perlu diherankan karena memang sudah seharusnya begini,” ungkap Jacob Napiun, Pemuka Agama Katolik setempat beberapa waktu lalu dikutip dari Kompas.com.


Pihak pemerintah pun mengukuhkan wilayah Kampung Sawah sebagai salah satu kawasan percontohan kerukunan umat beragama sebab di wilayah tersebut, puluhan ribu umat Islam dan Kristiani serta agama lain hidup berdampingan, rukun serta saling menghargai satu sama lain. Warga yang berada di Kampung Sawah kerap menganggap satu dengan lainnya merupakan saudara sehingga tak perlu memandang apa agamanya karena agama menurut mereka merupakan urusan pribadi masing-masing.

 

Menurut Wakil Ketua Dewan Paroki, Mathius Nalih Ungin, tak pernah ada gesekan antar umat beragama di Kampung Sawah ini. Mereka sangat menghargai, menghormati satu sama lain termasuk saat menjalankan ibadah.

Saat perayaan Natal tiba, umat Muslim di kampung yang mayoritas bersuku Betawi ini, berkunjung ke rumah umat Kristiani guna mengucapkan selamat Natal. Begitu pun sebaliknya ketika umat Muslim merayakan Idul Fitri. Mereka turut serta dalam menjaga keamanan saat umat agama lain di wilayah tesebut merayakan hari besar keagamaannya.

Halaman
1 2 3
Reporter: Terasbekasi1
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler