Sebenarnya Bekasi Itu Sunda atau Betawi?
Rabu, 28 April 2021 14:01 WIB
Share
Ilustrasi salah satu wilayah Bekasi. Sumber Foto: CNN Indonesia
Teras Bekasi - Wilayah Bekasi sempat dijadikan sebagai tempat berbagai peristiwa pertempuran ketika perang kemerdekaan Republik Indonesia.

Oleh sebab itu, perkembangan bahasa erat kaitannya dengan perkembangan budaya yang terjadi di masyarakatnya. Pengaruh letak geografis menjadi unsur kuat dalam mempengaruhi budaya di Bekasi.

Mengutip dari laman resmi West Java Incorporated, unsur budaya yang terdapat di Bekasi merupakan campuran antara budaya Sunda dan Betawi.

Alhasil menjadikan bahasa yang digunakan warga lokal Bekasi terbilang unik, orang asli Bekasi umumnya berbicara dengan bahasa Sunda atau hanya dialeknya saja.

Namun, sebagaimana dilansir dari Pikiran Rakyat, berdasarkan pada fakta bahwa Bekasi merupakan kota tujuan urbaniasi, diksi dan kata-kata yang diucapkan warga bekasi sering kali lebih condong mirip bahasa dan dialek Betawi. 

Identitas Bekasi memang diakui diselimuti  dualisme. Secara administratif, saat ini, Bekasi masuk bagian Jawa Barat. Akan tetapi, diruntut akar sejarahnya, Bekasi pada dahulunya merupakan bagian dari Jakarta.

Tak luput, budaya masyarakat Bekasi kendati  sekarang mulai luntur, namun hampir mirip dengan budaya Betawi. Segi bahasa, contoh, dialek dan kosakatanya terang-terangan  nampak mirip dengan Betawi.

Melansir dari Klik Bekasi, warga Bekasi, walaupun kini didominasi pendatang, namun jarang menggunakan bahasa Sunda. Seperti halnya Jakarta, penghuni Bekasi menggunakan bahasa Indonesia pada untuk berinteraksi sehari-hari.

Tapi tak menutup kemungkinan untuk orang kampung asli Bekasi masih mencolok dengan menggunakan dialek Betawinya saat berkomunikasi.

Abdul Khoir seorang peneliti budaya Bekasi menerangkan dalam diskusinya yang bertajuk "Orang Betawi dan Bahasa" yang diadakan oleh Komunitas Betawi Kita di Bekasi pada 28 Januari 2018 silam bahwa, “Khusus di daerah Bekasi, dalam banyak segi dialek Melayu yang digunakan memiliki kemiripan dengan bahasa Melayu yang digunakan di daerah Jakarta.”

Halaman
1 2
Reporter: Terasbekasi1
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler