Tradisi Baju Baru Lebaran, Bagaimanakah Sejarah dan Hukumnya?
Kamis, 29 April 2021 15:23 WIB
Share
Ilustrasi masyarakat berbondong-bondong berburu baju baru untuk lebaran. Sumber Foto: Tribunjabar/ Handika Rahman
Teras Bekasi - Umat muslim saat ini tengah menjalankan ibadah puasa memasuki hari ke-17 Ramadhan. Tak terasa lebaran Idul Fitri pun tinggal menghitung hari.  Menjelang tibanya lebaran, banyak orang yang rela berbondong-bondong memburu baju baru.

Alhasil,  bukan hal yang aneh jika di penghujung ramadhan banyak mall  atau pusat perbelanjaan lain yang ramai didatangi pemburu diskon. Pemandangan seperti itu kerap berlangsung di setiap tahunnya. Bahkan tiap tahun rasa-rasanya makin tinggi saja intensitasnya.

Mengenai tradisi baju baru ketika lebaran, mungkin kamu menilai  ini hanya semacam kebiasaan masyarakat saja. Akan tetapi, rupanya hal tersebut ada sejarahnya lho.

Ya, orang-orang dulu nyatanya sudah melakukan hal ini. Namun seperti lazimnya orang dulu, apa yang mereka lakukan kerap mengandung nilai filosofis tertentu.

Melansir dari laman Bombastis.com, rupanya sudah sejak tahun 50-an tradisi baju baru ketika lebaran ini sudah ada dalam buku Sejarah Nasional Indonesia karya Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto. Dalam buku itu diruntutkan bahwa tradisi ini berasal muasalnya dari daerah kesultanan Banten.

Seperti diketahui, daerah Banten memang sangat erat dengan nafas Islam, bahkan pada waktu itu, untuk menyambut datangnya hari raya Idul Fitri, warga berbondong-bondong mencari baju baru.

Untuk yang punya uang sih dapat dengan mudah beli di pasar. Tetapi bagi yang tak punya uang, maka mereka harus menjahit dulu bajunya. Oleh karenanya, waktu itu banyak petani yang tiba-tiba alih profesi menjadi penjahit waktu menjelang lebaran tiba.

Eits, tak hanya di Banten saja, ternyata daerah Yogyakarta pun juga. Rupanya bukan hanya Banten yang memiliki tradisi serupa. Tepatnya di kerajaan Mataram baru, Yogyakarta, warga yang mayoritas muslim melakukan tradisi yang serupa. Terutama saat hari-hari terakhir bulan Ramadhan, semua orang bersuka cita  menyambut datangnya lebaran dengan baju baru.

Masyarakat di Yogyakarta juga berbondong-bondong untuk mencari baju baru baik beli maupun menjahit sendiri baju barunya. Menjelang lebaran,  di malam takbiran diiringi cahaya obor di sana sini. Sejak saat itulah muncul pula tradisi takbiran keliling yang mirip dengan yang sekarang.

Lantas bagaimanakah sebenarnya hukum memakai baju baru ketika lebaran?

Halaman
1 2 3
Reporter: Terasbekasi1
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler