Monumen Kali Bekasi Si Saksi Sejarah Rakyat Bekasi Bantai Habis Tentara Jepang
Jumat, 30 April 2021 18:38 WIB
Share
Monumen Kali Bekasi di Jl. Djuanda yang letaknya tak jauh dari stasiun Bekasi. Sumber Foto: Tribunnews
Teras Bekasi - Sudah sering kan dengar Monumen Kali Bekasi? Ya, Monumen Kali Bekasi berlokasi tepat di samping jembatan kali Bekasi, tepatnya di Jl. Djuanda yang letaknya tak jauh dari stasiun Bekasi.


Kendati lokasinya sudah dipindahkan dari tempat semula sebab proyek jalur rel dwiganda, namun makna dan sejarah asal usul di balik Monumen Kali Bekasi tak akan berubah dimakan jaman.

Monumen Kali Bekasi sebagaimana dilansir dari Kompas.com merupakan  saksi sejarah tempat dahulu rakyat Bekasi begitu berani melawan Jepang. Menurut sejarahwan Ali Anwar, Monumen Kali Bekasi ini menjadi saksi 90 tentara Jepang mati dibantai oleh rakyat di Bekasi.

Kejadian tragis itu terjadi pada 18 Oktober 1945. Mulanya, tentara Jepang telah dinyatakan kalah oleh sekutu setelah Perang Dunia II yang menghancurkan Kota Hiroshima dan Nagasaki. Sebagai APWI (Allied Prisioners of War and Internest) sekutu wajib mengevakuasi tawanan tentara Jepang di Indonesia. Alhasil tentara Jepang ini harus dipulangkan ke daerahnya masing-masing. Namun, untuk dipulangkan, tentara Jepang ini harus melalui Bandara Udara Kali Jati Subang.

Mereka hengkang dari Jakarta menuju Landasan Udara Kalijati, Subang, menggunakan kereta api.

Kereta yang dinaiki sejumlah 90 tentara Jepang itu pun sampai di Stasiun Bekasi. Hari itu, tepatnya 18 Oktober 1945, Stasiun Bekasi sampai Kali Bekasi berlangsung kejadian pembantaian yang dilakukan pejuang Bekasi terhadap tentara Jepang tersebut.

 

Menurut berbagai sumber, Komandan pejuang Bekasi, Letnan Dua Zakaria Burhanuddin mendapati informasi dari Komandan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Jatinegara Sambas Atamadinata. Para pejuang Bekasi memperoleh kabar bahwa ada kereta api yang ditumpangi 90 tentara Jepang yang menuju Kalijati melewati Bekasi.

Lalu mereka meminta kepala stasiun guna menjalankan skenario penyergapan denan mengarahkan kereta ke rel dua yang merupakan rel buntu.

 

Nah, berjalan sesuai skenario, kereta terarah ke rel buntu. Ketika kereta berhenti, pejuang Bekasi langsung memeriksa ke dalam kereta sampai 90 tentara Jepang itu keluar.

Halaman
1 2
Reporter: Terasbekasi1
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler