Kisah Menteri Investasi Pertama RI Bahlil Lahadalia, Pernah Jadi Kondektur Hingga Supir Angkot
Sabtu, 1 Mei 2021 16:08 WIB
Share
Menteri Investasi pertama Republik Idonesia, Bahlil Lahadalia. Sumber Foto: ANTARA/Bayu Prasetyo/aa
Teras Bekasi - Beberapa hari lalu, tepatnya Rabu (28/4/2021) Bahlil Lahadalia resmi ditetapkan menjadi Menteri Investasi pertama di Indonesia. Pelantikan tersebut telah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.

Di samping menjadi Menteri Investasi, Bahlil pun merangkap menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal di Kabinet Indonesia Maju Jilid II Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Ia dikenal sebagai seorang pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2015 – 2019 lalu.

Tak disangka-sangka, dahulu rupanya Bahlil supir angkutan umum (angkot) berkat kegigihannya, kini ia bisa menjadi menteri di era Presiden Jokowi. Melansir dari Detik.com, Bahlil lahir pada 7 Agustus 1976 silam. Ia diketahui berasal dari keluarga yang berekonomi pas-pasan.

Ayah bahlil merupakan kuli bangunan serta sang ibunda bekerja sebagai buruh cuci. Tak sedikit pekerjaan yang Bahlil coba tekuni seperti  menjadi tukang kue, kondektur hingga menjadi supir angkot.

Sejak kecil, Bahlil memang sudah berjuang guna memenuhi kebutuhannya membeli buku, sepatu sampai kelereng untuk bermain dengan teman-temannya.

Pria 44 tahun ini pun mempunyai keinginan yang tinggi untuk mengubah nasibnya. Bahkan Bahlil rela berangkat ke Jayapura untuk kuliah. Bermodalkan ijazah SMA, tiga stel baju, SIM dan kantong kresek, ia nekat memulai hidup  di daerah tersebut.

Akan tetapi, semua keinginannya tak selalu berjalan mulus. Di Jayapura ia terpaksa luntang-lantung sebab tak ada kampus yang menerimanya. Tak merasa putus asa, Bahlil pun turut dikuatkan oleh ketua asrama tempat ia tinggal.

Kemudian sambil kuliah, Bahlil bekerja sebagai pendorong gerobak dan mendapat upah sebesar Rp 200. Ketika  menjadi mahasiswa, Bahlil juga aktif sebagai aktivis, bahkan sempat keluar masuk jeruji besi penjara sebab aksi pergerakannya.

Keluar masuk penjara, Bahlil merasa menderita. Dari situ lah ia mengaku sadar harus mengubah nasibnya dari orang yang miskin. Bahkan Bahlil bercerita pernah sampai mengalami busung sebab tak mampu membeli makanan yang layak.

Lalu, bangkit dari masa-masa itu, Bahlil memulai karir di dunia keuangan. I mengisahkan bahwa sempat menjadi pegawai kontrak di sebuah asuransi. Sampai akhirnya, Bahlil mendapat tawaran dari temannya untuk ikut serta membangun perusahaan konsultan keuangan.


Akhirnya, dari situ lah pria kelahiran Maluku ini menjalani karir mulai dari karyawan biasa. Ketika itulah Bahlil berpeluang meneruskan karir cemerlangnya. Sampai akhirnya ia dapat menjadi CEO PT Rifa Capital dengan gaji Rp 35 juta di usia yang masih menginjak 25 tahun.

Dilansir dari Kompas.com, PT Rifa Capital tersebut mempunyai beberapa cabang di berbagai pulau di Indonesia, seperti Kalimantan, Sulawesi, serta Papua. Pengalaman Bahlil di dunia bisnis mengantarnya meraih posisi Ketua Umum HIPMI dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-15 Desember 2015 lalu.

Sepanjang periode kampanye pemilihan umum (pemilu) tahun 2019, Bahlil masuk daftar tim sukses (timses) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Pada akhirnya, Bahlil pun dilantik sebagai Kepala BKPM pada 23 Oktober 2019. Tugas lembaga yang sekarang dipimpin Bahlil memang berhubungan dengan investasi.

Sebagaimana dilansir dari laman resmi BKPM, tugas pokok BKPM merupakan melakukan koordinasi kebijakan dan pelayanan di bidang penanaman modal berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (fka)

Halaman
1 2
Reporter: Terasbekasi1
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler