Sejarah Kalimalang Salah Satu Wilayah Langganan Macet di Bekasi

Sabtu, 1 Mei 2021 16:46 WIB

Share
Sejarah Kalimalang Salah Satu Wilayah Langganan Macet di Bekasi
Sejarah Kalimalang Salah Satu Wilayah Langganan Macet di Bekasi
Teras Bekasi - Kalimalang merupakan salah satu wilayah yang tak pernah asing bagi warga Bekasi. Namun, kamu tahukah kamu sejarah terbentuknya Kalimalang ini?

 

Tak banyak yang tahu bahwa Kalimalang didirikan secara manual di tahun 1960-an secara bersama-sama sebagai sumber air. Rencana tersebut rupanya sudah disiapkan dari zaman pemerintahan Presiden Soekarno.

Melansir dari laman Bekasi Keren, pada era-70an, Kalimalang berfungsi sebagai 70 persen pengairan pertanian dan 30 persen bahan baku air minum, sebab ketika itu Kota Bekasi masih terhampar luas area persawahannya. Kemudian  pada era 80-an, karena Bekasi sudah menjadi daerah industri yang mana tak lagi banyak sawah, maka fungsi Kalimalang sudah tak lagi menjadi saluran irigasi pertanian, namun diolah untuk bahan baku air minum.

Pasti kamu  juga bertanya-tanya kenapa ya disebut nama Kalimalang? Nah nama Kalimalang ini berasal dari arah alirannya yang memalang atau melintang sepanjang 70 kilometer.

Panjang kali ini berasal dari waduk Jatiluhur di Purwakarta hingga ke Jakarta Timur, dan bagian hulu terletak di percabangan Bendungan Curug di Kabupaten Karawang. Konon disebut-sebut dahulu kala di sepanjang aliran Kalimalang masih nampak sangat sepi dan menyeramkan.Tak sedikit membuat masyarakat tak mau dan takut untuk melewatinya.

Namun seiring perkembangan zaman, sejauh ini kawasan di sepanjang aliran Kalimalang berubah menjadi kawasan pertokoan dan perkantoran yang membuat jalanannya ramai, lho.

Rupanya rencana revitalisasi Kalimalang yang dilakukan oleh Pemprov Jabar dan Pemkot Bekasi, untuk mengubah Kalimalang menjadi tempat wisata yang indah nan asri bagi masyarakat pun sudah dalam tahap pembangunan.

Menariknya lagi, sebagaimana dilansir dari Detik.com, ternyata Sungai Kalimalang juga tak bisa dipisahkan dengan kisah kerajaan Nusantara di Pulau Jawa, lho. Dipercayai bahwa, sejarah peradaban tertua Jawa terkait Kerajaan Taruma Negara justru terungkap di Bekasi.

Disebut-sebut penemuan Kerajaan Taruma Negara sebagai kerajaan tertua di Jawa terungkap di Babelan, Batujaya, dan selebihnya ditemukan di Bekasi.

Bila kamu melihat posisi kalimalang., sungai ini berlokasi di atas kali sunter dengan posisi menyilang sunter kearah utara kalimalang kearah barat. Kalimalang kini menjadi ruas jalan dengan panjang sampai 20 Km dengan mencakup 6 kecamatan. Kawasan ini membentang dari Bekasi hingga Cawang, Jakarta Timur. 

Jika kamu berpergian menggunakan jalur Kalimalang kalian akan melewati Mall Metropolita Bekasi – Bumi Satria Kencan – Galaxy – Jakapermai – Sumber Arta – Lampiri – Pondok Kelapa – Cipinang Melayu – Pondok Bambu dan berakhir di Cawang, Jakarta Timur.

Jalan ini pun identik dengan kemacetan. Sebab  dikarenakan oleh berbagai faktor yakni mulai dari jalan yang berlubang dan rusak parah, banjir di Cipinang Melayu sampai kecelakaan lalulintas yang terjadi. Selain itu, mengutip dari Viva.co.id, jalur Kalimalang ini akan terasa padat karna merupakan jalur utama bagi para pemudik yang menggunakan motor menuju CIkampek ketika menjelang Hari Raya Lebaran.

Disisi lain jalur Kalimalang ini sebagaimana dilansir dari Tempo, terdapat proyek jalur Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu) yang dahulu sempat berhenti pada tahun 1998. Kemudian proyek in kembali dimulai pada Maret 2015. Hingga kini proses proyek tol tersebut masih berlangsung.

Menurut kabar terbaru Kalimalang ini bakal di revitalisasi oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang akrab disebut Kang Emil usai sebelumnya pernah di revitalisasi oleh Mantan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).  (fka)


 

Reporter: Terasbekasi1
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar