Berencana Tambah 100 Nakes Analis Penanganan Covid-19, Wali Kota Bekasi: Meski Insentif Tak Seberapa tapi Ini Demi Kemanusiaan

Selasa, 29 Juni 2021 12:12 WIB

Share
Berencana Tambah 100 Nakes Analis Penanganan Covid-19, Wali Kota Bekasi: Meski Insentif Tak Seberapa tapi Ini Demi Kemanusiaan
Salah satu tenaga kesehatan (nakes) RSUD Kota Bekasi sedang melayani pasien (cr02)

BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi berencana menambah 100 tenaga kesehatan (nakes) bidang analis dalam penanganan COVID-19 di wilayah setempat.

"Nakes analis saya mau tambah, sekitar 100 orang, itu loh yang buat tracking-tracking PCR itu," kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi kepada wartawan, Selasa (29/6/2021).

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Pepen itu telah menugaskan jajarannya untuk menjalin kerja sama dengan Politeknik Kesehatan sebagai partner penambahan 100 nakes tersebut. Dia berharap para nakes itu bersedia, meski memang insentifnya lebih kecil ketimbang DKI Jakarta.

"Hanya ada selisih katanya, DKI insentifnya kasih sehari Rp500 (ribu), kita cuma 300 (ribu), ini kan kemanusiaan, mudah-mudahan masih banyak yang mau kerja di sini," jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Instalasi laboratorium RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (CAM) Kota Bekasi, Dr. dr. Abas Suherli, SpPK(K) menyampaikan bahwa pihaknya telah  mengubungi pusat pendidikan analis kesehatan, yakni Poltekes Jakarta III di Jatiwarna, AAK MH Thamrin dan Poltekes Bengkulu.

Hal tersebut dilakukan untuk merekrut lulusan dari pusat pendidikan kesehatan tersebut.

"Saya sudah menghubungi pusat pendidikan analis kesehatan yaitu Poltekes Jakarta III di Jatiwarna, AAK MH Thamrin dan Poltekes Bengkulu untuk mendapatkan lulusannya yang minimal telah lulus Uji kompetensi agar melamar sebagai tenaga relawan analis dengan insentif Rp300 ribu per hari sebelum pajak," ujarnya. (Cr02)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar